Minggu, 04 Mei 2014

Rangkuman BAB II dan BAB III (Teknik Tegangan Tinggi AC dan DC)

File Powerpoint hasil rangkuman materi kuliah Teknik Tegangan Tinggi BAB II mengenai Teknik Tegangan Tinggi AC dan BAB III mengenai Teknik Tegangan Tinggi DC dapat diunduh pada alamat Link berikut ini :

BAB II -- Teknik Tegangan Tinggi AC ---> KLIK

BAB III -- Teknik Tegangan Tinggi DC ---> KLIK

Soto Daging Ponorogo yang Joss gandhos..



Nama Usaha : Soto Ponorogo
Lokasi : Jl. Kedungturi no.32 Taman Sepanjang Sidoarjo

Soto merupakan makanan yang cukup cepat dan praktis dalam penyajiannya, jadi tidak membuat pengunjung lama menunggu.
Kerja keras dan ketekunan Bu Yanti

Adalah Ibu Yanti, ibu dengan 3 orang anak ini hamper setiap hari berjualan Soto Daging di Jl. Kedungturi No. 32 Taman Sepanjang Sidoarjo. Beliau mulai menggelar warung sotonya yang bersifat semi permanen pada pagi hari sebelum jam 06.00 dan siap melayani para konsumen yang mampir untuk sarapan pagi. Ibu Yanti mengkhususkan diri dengan produk Soto Daging, dengan nama warung ‘SOTO DAGING PONOROGO’. Namun ketika kami korek keterangan dari beliau, Ibu Yanti bukanlah berasal dar Ponorogo, melainkan asli Sidoarjo, hehehe
Lha terus gimana kok bisa berjualan soto ponorogo?
Beliau ternyata tidak pula belajar di ponorogo langsung, atau berguru kepada orang yang ahli meracik soto daging, beliau menuturkan belajar membuat soto daging ponorogo ini secara otodidak, melalui membaca buku resep masakan, berkali-kali trial and error, membutuhkan sekian waktu, dengan perbaikan dari masukan konsumennya, hingga sekarang rasa sotonya joss gandhos .. dan selalu dijaga kualitasnya oleh Bu Yanti ini karena beliau langsung sendiri lah yang meracik semua bumbunya.

Hal ini dibuktikan dengan konsumen nya yang selalu mengalir, habis keluar satu kenyang makan soto, dating lagi yang laiinya, begitu..  dan rata-rata konsumennya memang sudah langganan makan disitu, dapat dilihat dari begitu akrabnya bu Yanti sembari melayani Soto saling mengobrol dengan pelanggannya mengenai berbagai hal, dari Politik, ekonomi, pembangunan jalan, banjir, dll hehehe

Beberapa yang berhasil ilhamte dapat dari penuturan bu Yanti mengenai usaha Soto ini jika dirangkum antara lain :

TENTANG USAHA SOTO
Sebelum memilih jalan untuk memulai usaha soto ini, langkah pertama yaitu merinci modal dengan akurat, karena ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan keuntungan secara tepat.
Ada beberapa keuntungan dan kelemahan dari usaha soto yang harus dipahami,
  1. Soto dapat disajikan kapan saja, baik pagi-siang-malam, tidak ada batasan waktu untuk berjualan soto.  Perhatikan kesempatan dan jam laris dengan disesuaikan kemampuan sendiri.  
  2. Sangat banyak penjual soto. Kita harus bisa menonjol di market yang kita sasar. Kalau menurut ilhamte, soto itu ibarat RED OCEAN, dimana sudah banyak sekali pesaing, bagaimana caranya agar kita mempunyai value yang lebih atau cirri khas dibandingkan pesaing, sehingga konsumen akan datang ke Soto kita.
    Misalnya : rasa harus dijaga, kebersihan mutlak harus terpenuhi, pelayanan ramah, dll

Bu Yanti juga mengutarakan tentang pemasaran usahanya, ia biarkan mengalir seperti normalnya. Pemasaran dari mulut ke mulut merupakan cara paling efektif, untuk itu manfaatkan jaringan teman-teman terdekat sebagai sarana untuk mempromosikan usaha. Dengan begitu kita tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk menyebarkan informasi kepada orang lain. Hal ini pastinya dimulai dengan kualitas produk yang bagus, sehingga secara otomatis pelanggan akan menyebarkan secara tidak sengaja kepada yang lain, dan diajak untuk makan di Soto kita. Hmmm.. hebat ya..

KUNCI SUKSES
Buatlah Soto yang memiliki ciri khas dan berbeda dengan produk lain. Jika usaha Anda sudah semakin laris usahakan untuk terus mempertahankan kualitas rasa dengan begitu pengunjung akan setia kembali ke tempat Anda. Semoga dapat menginspirasi kita untuk memulai menjalankan bisnis.


Perhitungan kasar usaha Soto Daging Ponorogo

Modal awal
Bahan baku                               Rp 2.000.000,00
Gerobak                                  Rp 1.500.000,00
Peralatan                                Rp   900.000,00
Lain – lain                              Rp    25.000,00 +
Jumlah                                   Rp 3.925.000,00

Biaya Operasional / bulan
Pembelian bahan baku @ Rp 200.000,00 x 30             Rp 6.000.000,00
Gas Elpiji           @ Rp  15.000,00 x 6 tabung       Rp    90.000,00
Lain – lain                                           Rp    10.000,00+
Jumlah                                                Rp 6.100.000,00

Pemasukan
Omset/ bulan   ( 50 porsi x Rp 7.000,00 ) x 30 =      Rp 10.500.000,00

Laba bersih / bulan
Rp 10.500.000,00 – Rp 6.100.000,00 =                   Rp 4.400.000,00

BEP
(modal awal : laba bersih per bulan) = < 3 bulan